Adab-adab berdoa

1. Berdoa dengan memilih waktu-waktu yang memiliki keutamaan seperti pada hari Arafah,

bulan Ramadhan , hari Jumaat , sepertiga terakhir dari malam hari , waktu sahur , ketika

sedang sujud , ketika turun hujan , antara azan dan iqamat , saat mulai pertempuran ,

dalam ketakutan atau sedang berhiba hati dan sebagainya.

2. Solat dan bertaubat setelah selesai solat, kerana tidak akan dikabulkan doa orang yang

meninggalkan solat dan melakukan dosa-dosa besar walaupun ia berdoa sedang ia terus

menerus melakukan perbuatan yang dilarang tersebut.

3. Termasuk adab berdoa adalah dengan menghadap kiblat.

Adapun tatkala ada orang yang mengatakan bahwa dirinya telah berdoa tetapi doanya tidak dikabulkan , maka jawapannya sebagaimana yang disebutkan oleh Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Aqidah Al-Wasathiyah dan juga disebutkan dalam Aqidah Ath-Thahawiyah dengan kesimpulan sebagai berikut:

* 1. Tergesa-gesa ingin dikabulkan doanya

Banyak sekali terjadi di tengah-tengah masyarakat seseorang berhenti dari berdoa dengan alasan telah berdoa berkali-kali tetapi doanya tidak terkabul, padahal justru dari pikiran itulah menjadi sebab tidak terkabulnya doa.

Rasulullah s.a.w bersabda :

“  Tentu doa seseorang akan dikabulkan oleh Allah, selama orang itu tidak terburu-buru

(ingin dikabulkan) , iaitu dengan mengatakan; ” Aku telah berdo’a tetapi do’a itu tidak juga

dikabulkan Tuhan !” ( Mutafak ‘Alaih ).

Berkata Umar bin Al-Khathab :

” Aku tidak terlalu mementingkan terkabulnya doa tetapi yang terpenting bagiku adalah doa

itu (adalah ibadah) sehingga apabila kepentinganku adalah berdoa maka ijabahnya akan

mengikutinya “

Jadi sekalipun seseorang tidak terkabulkan doanya sebenarnya orang tersebut telah mendapatkan pahala di sisi Allah,

dan kelak doa yang belum terkabul tersebut akan menjadi syafa’at bagi pemiliknya.

* 2. Meminta sesuatu yang tidak mendatangkan maslahat

Allah Ta’ala Maha tahu akan maslahat dan madharat dari apa yang akan diberikan kepada hambaNya dan sebahagian dari kebijaksanaan Allah adalah tidak dikabulkannya doa yang tidak mendatangkan maslahat bahkan mendatangkan madharat.

Contohnya , orang yang berdoa agar anak perempuannya diperistri oleh orang yang kaya raya dengan maksud ia akan mendapatkan rezki (harta) darinya , sedang ia tidak tahu hal itu akan mendatangkan maslahat atau tidak.

Nabi s.a.w bersabda :

” Tidaklah seorang muslim di atas bumi ini berdoa kepada Allah dengan suatu doa melainkan

doanya tersebut akan dikabulkannya atau dihindarkan orang itu dari bahaya sebanding dengan

apa yang dimintanya selama doa itu tidak mengandungi dosa atau bermaksud hendak

memutuskan silaturrahim “

Salah seorang sahabat bertanya :

” Kalau begitu kami memperbanyak doa (permohonan)!”

Nabi s.a.w bersabda :

“Allah lebih banyak lagi (dalam mengabulkannya)” ( HR At-Tirmidzi )

* 3. Tidak terkabulnya doa seseorang disebabkan Allah tidak menghendaki hal tersebut

Tetapi tidak terkabulnya doa tersebut tidak menghilangkan manfaat dari doa itu karena seseorang yang berdoa sekalipun doanya tidak dikabulkan , sesungguhnya ia tetap diberi pahala oleh Allah atas doanya tersebut.

Disebutkan oleh beberapa ulama bahawa ada kalanya Allah akan menunda terkabulnya doa pada hari kiamat sebagai syafaat bagi pemiliknya.

Begitu juga Allah melarang doa keburukanan bagi dirinya dan orang lain sekalipun seorang bapak atau ibu yang mendoakan keburukankan kepada anaknya sewaktu marah karena Rasulullah kuatir doa itu bertepatan dengan waktu dimana pada saat itu Allah menerima atau mengabulkan doa dari hambaNya , sebagaimana sabda

Nabi s.a.w :

” Janganlah kamu berdoa buruk terhadap dirimu, begitupun terhadap anak-anakmu dan

terhadap harta bendamu, Jangan sampai nanti doamu itu bertepatan dengan suatu saat dimana

Allah sedang memenuhi permohonan, hingga doa burukmu itu benar-benar terkabul ” (HR Muslim)

If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.

Comments

No comments yet.

Leave a comment

(required)

(required)